Senin, 26 Desember 2016

PERMASALAHAN BUDAYA DI INDONESIA


                Dewasa ini, teknologi semakin maju dan hampir selalu ada di setiap aktivitas masyarakat, khususnya pemuda. Disamping mempermudah dalam proses bertukar informasi, teknologi juga menjadi suatu alat yang sangat efisien di dalam proses berkomunikasi. Tetapi, proses komunikasi yang dilakukan adalah komunikasi sekunder alias tidak langsung. Pengamat budaya mengkhawatirkan hal ini jika terus terjadi di Negara-negara berkembang, khususnya di Indonesia. Karena bisa saja kebiasaan tersebut menjadi budaya baru dalam hubungan antar individu yang justru akan menjadi perusak budaya di Indonesia yang sudah baik di dalam hubungan antar individu. Dari sini, saya akan membahas bagaimana hal tersebut dapat terjadi dan tanggapan saya mengenai kasus diatas.

Kebudayaan adalah kompleks keseluruhan dari pengetahuan, keyakinan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat & semua kemampuan kebiasaan lain yang diperoleh seseorang sebagai anggota masyarakat.”-Sir Edward Tylor.



            Namun seiring berjalannya waktu dan teknologi semakin canggih, rasa tanggung jawab sudah pudar terhadap budaya. Masyarakat tidak lagi peduli dengan budayanya. Hal ini disebabkan semakin gencarnya media elektronik, khususnya TV yang selalu menayangkan kebudayaan luar. Hal ini dengan mudahnya merusak pola pikir masyarakat khususnya para generasi muda , mereka cenderung melupakan kebudayaan sendiri dan beralih ke budaya luar. Kebudayaan nasional adalah kebudayaan kita bersama yakni kebudayaan yang mempunyai makna bagi kita bangsa Indonesia.maka dari itu kita wajib untuk menjaga dan melestarikannya. Hal ini sebenarnya akan menimbulkan rasa tanggung jawab untuk melestarikan kebudayaan tersebut. Begitu juga halnya dengan pemerintah , pemerintah harus tegas dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan Indonesia dengan cara membuat peraturan perundang-undangan yang bertujuan untuk melindungi budaya bangsa. Jika perlu pemerintah harus mematenkan budaya yang ada di Indonesia agar tidak jatuh ke tangan Negara lain.

            Selain itu, proses komunikasi yang kian pasif menjadikan generasi muda Indonesia jaman sekarang cenderung menjadi individualistis. Bahkan kepercayaan diri mereka semakin tidak tampak di umur yang seseorang seharusnya sudah mulai bisa mentransfer ide dan pemikirannya. Jika hal ini terus terjadi, maka ikatan di dalam masyarakat akan semakin merenggang, dan akan berakibat pada terbentuknya celah yang akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak asing untuk keuntungan mereka, termasuk hal-hal yang jauh dari kebudayaan-kebudayaan yang ada Indonesia itu sendiri. Oleh karena itu, generasi muda pada saat ini jangan hanya dituntut untuk meraih nilai dan prestasi yang tinggi, melainkan juga harus dituntut untuk menjadi generasi muda yang memiliki tanggung jawab terhadap bangsa dan menjadi pelestari budaya yang baik bagi Negara.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar